KONDISI MASYARAKAT ARAB SEBELUM ISLAM
KONDISI MASYARAKAT ARAB SEBELUM ISLAM
Bagaimana kondisi sosial masyarakat Arab ketika itu?
Bangsa Arab pada mulanya memiliki karakter yang positif, bahkan Firas Al-Khatib memandang masyarakat Arab memiliki sifat dan tata krama yang sangat tinggi. Namun sayang karakter tersebut terkikis oleh kejahiliyahan. Tahukah kamu apa Jahiliyah itu? Jahiliyah sendiri umumnya diartikan kebodohan atau ketidak tahuan, dalam hal ini bukan dipandang secara akal fikiran, namun ketidak tahuan secara teologis (ketuhanan dan keyakinan) sehingga menyembah pada yang salah (selain Allah SWT), dan juga kebodohan dalam sisi moral atau tingkah laku dan kebiasaan hingga banyak melakukan berbagai perbuatan buruk.
Mereka melakukan kebiasaan buruk seperti minum khamr (arak), berzina, berjudi, merampok, menempatkan kaum wanita pada posisi yang rendah, hingga yang terburuk adalah mengubur bayi atau anak perempuan hidup-hidup (salah satu contoh yang mengubur bayi perempuannya hidup-hidup adalah Umar bin Khattab, yang bertaubat dan menyesali perbuatannya setelah beliau memeluk Islam), mengapa hal itu bisa terjadi? Karena masyarakat Arab sebelum Islam pada umumnya mereka memandang rendah derajat wanita dibanding laki-laki, mereka beranggapan bahwa anak perempuan tidak memiliki kehormatan karena tidak bisa bekerja seperti selayaknya laki-laki, sehingga apabila ada salah satu dari keluarga yang melahirkan anak perempuan akan dianggap menjatuhkan harga diri keluarga tersebut, maka tidak heran ketika itu banyak yang beranggapan lahirnya anak perempuan adalah aib, hingga harus di hapuskan dengan cara dikubur walau dalam keadaan hidup-hidup (namun kebiasaan ini ditentang oleh Islam, dan berhenti setelah Islam hadir dan meninggikan derajat wanita), selain itu masyarakat Arab juga memberlakukan sistem perbudakan yang dipandang tidak manusiawi.
Bila Anda tertarik dengan materi ini, anda dapat menghubungi kami pada nomor WhatsApp berikut