KONDISI GEOGRAFIS ARAB SEBELUM ISLAM
KONDISI GEOGRAFIS ARAB SEBELUM ISLAM
Dimana tempat Nabi Muhammad SAW., lahir?
Nabi Muhammad SAW., lahir di kota Mekah yang terletak di Jazirah Arab (kepulauan Arabia), sebagian besar kawasannya merupakan gurun pasir yang gersang, masyarakat Arab biasanya bertumpu pada Oasis (daerah subur, sumber air terpencil) untuk menopang kelangsungan hidup mereka. Untuk memudahkan dalam memahami letak geografis Jazirah Arab dan kota Mekah, silakan perhatikan kembali gambar peta di atas! Dimana jazirah Arab letaknya berada pada posisi pertemuan tiga benua, yaitu Asia, Eropa, dan Afrika.
Terdapat 4 bagian wilayah utama Jazirah Arab, yaitu:
Dibagian utara terdapat Gurun Nafud (Banyak lautan pasir halus)
Dibagian selatan terdapat Gurun Rub’ al-Khamil (Daerah kering dan tandus yang luas dan bergelombang)
Di sebelah barat terdapat Gurun Arabia (Tanahnya tandus dan memiliki udara yang panas, namun menjadi jalur perdagangan karena penghubung Yaman dan Suriah. Kota Mekah dan Madinah ada di wilayah ini)
Dibagian timut terdapat Gurun Harrat (Sebagian wilayah ini di huni oleh kaum Arab Badui)
Berdasarkan kondisi alam yang dimukimi masyarkat Arab, Jazirah Arab dibagi menjadi lima bagian wilayah yaitu Tihamah, Hijaz, Najd dan al-Arudh. Tihamah yaitu wilayah yang membentang sejajar dengan pantai Laut Merah mulai Yanbu sampai Najran di Yaman. Hijaz yaitu wilayah yang terletak di sebelah Utara Yaman dan sebelah Timur Tihamah. Najd yaitu wilayah yang membentang di antara Yaman di sebelah Selatan dan Sahara di sebelah Utara. Yaman yaitu wilayah yang membentang dari Neajd sampai Samudera Hindia di sebelah Selatan dan Laut Merah di sebelah Barat. Sedangkan alArudh yaitu wilayah yang meliputi Yamamah, Oman dan Bahrain.
Gustav Le Bon yang dikutip oleh Hasan Ibrahim Hasan memberikan penjelasan lebih rinci bahwa Hijaz adalah daerah pergunungan berpasir yang terletak di bagian tengah dari wilayah strategis di bagian Utara dari arah Laut Merah. Wilayah tersebut terdiri dari beberapa lembah yang terletak di celah-celah pergunungan as-Surah yang membentang mulai dari Syam sampai ke Najran di Yaman. Dari beberapa lembah tersebut kemudian dimanfaatkan oleh orang-orang Arab untuk membagun tempat tinggal seperti Makkah, Yatsrib (saat ini Madinah), dan Thaif.
Hijaz termasuk ibu kota negeri Arab. Dibandingkan dengan wilayah lainnya Hijaz memiliki kelebihan yang tidak pernah dijajah. Walaupun pasukan Habasyah dan Persia pernah menginjakan kaki di negeri Yaman atau pasukan Persia dan Romawi juga pernah menjajah sampai ke Harrat dan Gassan, namun kekuatan asing itu tidak mampu menembus sampai ke pusat Jazirah Arab atau Hijaz. Dari catatan di atas melahirkan statemen baru dari sisi watak sosial, masyarakat Hijaz memiliki keperibadian yang keras dan tidak mau terjajah, setiap penjajah yang tiba disana memperoleh perlawanan yang sangat gigih. Masyarakat Hijaz terus melakukan perlawanan untuk mempertahankan wiayahnya dari serangan pasukan asing dan menjaga kota suci Nabi Ibrahim. Selain itu, Hijaz bukanlah negeri yang kaya sehingga tidak menjadi impian bagi orang-orang untuk tinggal di sana. Walaupun bukan negeri yang kaya dengan sumber kekayaan alam, kondisi alam yang gersang, tandus dan tidak bersahabat wilayah Hijaz terkhususnya wilayah Makkah, ternyata memiliki daya tarik tersendiri bagi para pelancong. Wilayah Makkah menyimpak kekudusan yang menciptakan ketenangan batin. Hal ini menunjukan bahwa jauh sebelum Islam, wilayah Hijaz merupakan wilayah dengan spiritual yang tinggi yang menjadi poros Illahiah. Kajian mengenai Kota Makkah sebagai poros spiritual juga dibuktikan dengan hasil penelitian modern yang menyatakan Makkah sebagai pusat bumi.
Bila Anda tertarik dengan materi ini, anda dapat menghubungi kami pada nomor WhatsApp berikut